Pebalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, menilai start balapan MotoGP Belanda 2026 di Sirkuit Assen berpotensi menjadi lebih berbahaya usai perangkat front holeshot resmi dihapus mulai akhir pekan ini. Menurut dia, penghapusan perangkat yang berfungsi menurunkan bagian depan motor saat start memang membuat proses pengereman menuju tikungan pertama lebih aman. Namun, di sisi lain risiko wheelie atau terangkatnya roda depan saat akselerasi justru meningkat. "Ini ada dua sisi. Dari start sampai tikungan pertama jauh lebih berbahaya, tetapi dari titik pengereman menuju tikungan pertama justru lebih aman," kata Marquez dikutip Crash.net, Sabtu (27/6/2026).
Dipercepat dari 2027
MotoGP sebenarnya baru akan melarang penggunaan front holeshot device mulai musim 2027. Namun regulasi tersebut dipercepat karena muncul kekhawatiran terkait pengereman ekstrem yang harus dilakukan pebalap untuk melepaskan perangkat tersebut sebelum memasuki tikungan pertama.
Sebagai persiapan, para pebalap telah diberi kesempatan melakukan tambahan simulasi start pada MotoGP Republik Ceko di Brno pekan lalu dan kembali melakukannya di Assen. Marquez mengaku sudah merasakan dampak langsung dari perubahan tersebut saat menjalani latihan start. "Saya melakukan empat kali start dan dua di antaranya roda depan tidak menyentuh aspal saat memasuki tikungan pertama," ujarnya. Menurut juara dunia delapan kali itu, kondisi saat latihan tentu berbeda dengan situasi balapan yang melibatkan banyak motor sekaligus. Risiko kehilangan kendali dinilai bisa meningkat ketika semua pebalap berusaha mendapatkan posisi terbaik sejak garis start.
Potensi Wheelie
Marquez menjelaskan, potensi wheelie menjadi lebih besar karena perangkat penurun tinggi bagian belakang (rear ride-height device) masih tetap digunakan. Sistem tersebut membuat bagian belakang motor lebih rendah sehingga beban di roda depan berkurang saat akselerasi.
"Sekarang bagian belakang motor sangat rendah karena kami masih bisa menggunakan rear device. Dari sisi performa memang lebih baik, tetapi perangkat depan sudah tidak digunakan lagi," kata Marquez. Ia menilai titik pengereman kini terasa lebih alami karena pebalap tidak lagi harus melepaskan front holeshot sebelum memasuki tikungan pertama. Meski begitu, periode antara start hingga titik pengereman justru menjadi fase yang paling rawan. "Dari start sampai titik pengereman, sesuatu bisa terjadi dengan sangat mudah. Saya hanya berharap semua pebalap bisa tetap mengendalikan motornya," ujar dia. Marquez bahkan mengingat kembali insiden yang melibatkan Danilo Petrucci pada MotoGP Catalunya 2017 sebagai gambaran risiko yang dapat muncul saat roda depan terangkat dan motor kehilangan arah di lintasan lurus.
"Mustahil melarang rear device sekarang karena kami menggunakannya saat berkendara. Sementara front holeshot hanya digunakan ketika start," kata Marquez. Sebagai langkah tambahan untuk meningkatkan keselamatan, MotoGP juga akan memperlebar jarak antarbaris di grid mulai seri berikutnya di Sirkuit Sachsenring, Jerman.
Sumber : Kompas.com


