Jangan Tunggu Botak, Ini Tanda Ban Motor Harus Segera Diganti

 

Masih banyak pengendara sepeda motor yang baru mengganti ban ketika kondisinya sudah benar-benar botak atau bahkan pecah di jalan. Padahal, ban merupakan satu-satunya komponen kendaraan yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan sehingga kondisinya sangat menentukan keselamatan berkendara. 

Ban yang sudah tidak layak pakai dapat mengurangi daya cengkeram, memperpanjang jarak pengereman, hingga meningkatkan risiko tergelincir, terutama saat melintasi jalan basah. Karena itu, penting bagi pengendara untuk mengenali tanda-tanda ban yang sudah memasuki masa akhir pemakaian. Informasi ini disampaikan berdasarkan keterangan resmi FDR Tire pada Jumat (26/6/2026), yang mengingatkan pengendara agar tidak menunda penggantian ban demi menjaga keselamatan di jalan.

Alur Menipis dan Retakan Jadi Tanda Awal

Tanda paling mudah dikenali adalah alur ban yang mulai menipis. Alur atau tread berfungsi untuk mengalirkan air dari permukaan ban sehingga tapak tetap mampu mencengkeram aspal saat kondisi jalan basah. Semakin tipis alur ban, kemampuan membuang air pun berkurang. Akibatnya, risiko kehilangan traksi dan tergelincir menjadi lebih tinggi. Untuk mengetahui batas aman keausan, pengendara dapat memanfaatkan Tread Wear Indicator (TWI) atau indikator keausan ban. 

TWI berupa tonjolan kecil yang berada di dalam alur ban. Jika permukaan tapak ban sudah sejajar dengan tonjolan tersebut, artinya ketebalan ban telah mencapai batas minimum dan harus segera diganti. Selain alur yang menipis, retakan pada permukaan ban juga menjadi tanda penting yang sering diabaikan. Banyak pengendara menganggap ban masih aman digunakan karena alurnya terlihat tebal, padahal usia ban turut memengaruhi kualitas karetnya. 

Paparan sinar matahari, perubahan suhu, serta penggunaan dalam jangka waktu lama dapat membuat karet mengeras dan muncul retakan halus. Kondisi ini membuat ban kehilangan elastisitas sehingga daya cengkeram berkurang dan lebih rentan mengalami kerusakan saat digunakan.

Motor Limbung hingga Ban Sering Bocor

Tanda lain yang perlu diwaspadai adalah ketika motor mulai terasa tidak stabil saat dikendarai. Misalnya, motor terasa limbung ketika menikung atau muncul getaran yang tidak biasa saat melaju. Jika tekanan angin, pelek, dan suspensi dalam kondisi normal, kemungkinan masalah berasal dari ban yang sudah aus atau mengalami perubahan bentuk. Ban yang tidak lagi presisi dapat memengaruhi kenyamanan sekaligus kestabilan kendaraan.

Pengendara juga perlu memperhatikan pola keausan pada permukaan ban. Bila bagian tengah lebih cepat habis dibanding sisi samping, atau salah satu sisi terlihat lebih aus, berarti terjadi keausan yang tidak merata. Kondisi ini bisa disebabkan tekanan angin yang tidak sesuai, gaya berkendara, atau masalah pada sistem suspensi. 

Selain itu, ban yang terlalu sering bocor juga patut dicurigai. Seiring bertambahnya usia, struktur karet ban akan melemah sehingga lebih mudah tertusuk benda tajam dan sulit mempertahankan tekanan angin. Jika ban terus mengalami kebocoran meski sudah beberapa kali ditambal, penggantian menjadi langkah yang lebih aman.

Sumebr : Kompas.com 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama