Dedi Mulyadi Soroti Jomplang Beban Kerja dan Tukin, Munculkan Istilah ASN Elit dan ASN Sulit

 

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti, masih adanya ketimpangan pemberian tunjangan kinerja (Tukin) bagi aparatur sipil negara (ASN). Menurut dia, kondisi tersebut membuat munculnya kelompok "ASN elit" dan "ASN sulit" karena besaran tunjangan belum sebanding dengan beban kerja. "Pasti yang tinggi-tinggi itu misalnya di badan pendapatan. Di badan pengelolaan keuangan, sudah tugasnya tidak berat, tunjangannya tinggi. Coba Satpol PP, sudah tunjangannya kecil, tugasnya berat," ujar Dedi saat ditemui di Hotel El Royal, Kota Bandung, Jumat (26/6/2026).

Mantan Bupati Purwakarta berpendapat, bahwa persoalan ASN di Jawa Barat saat ini bukan lagi soal gaji atau kesejahteraan. Bahkan, ia menilai kesejahteraan ASN sebenarnya sudah cukup baik, terutama di daerah-daerah yang memiliki APBD besar.Dedi mencontohkan, ASN eselon IV di sejumlah kabupaten bisa menerima penghasilan sekitar Rp 13-14 juta per bulan, termasuk tunjangan.

"Kan sekarang tuh ada jomplang. Orang yang bekerja tunjangannya sekian. Orang yang tidak bekerja tunjangannya lebih tinggi," katanya. Ia menilai ketimpangan terjadi karena besaran tunjangan ditentukan berdasarkan organisasi perangkat daerah (OPD), bukan beban kerja. "Sehingga kelihatan kan, kalau di ASN tuh, ASN elit, ASN sulit tuh kelihatan. Kelompok pertanian tuh yang sulit-sulit, penyuluh. Nah ini kan harus dibenerin gitu," tutur Dedi.

Dedi mengaku sudah mengusulkan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) agar ASN yang bekerja lebih berat mendapat tunjangan lebih besar. "Makanya saya ngusulin ke Menpan-RB agar orang-orang yang bekerja keras di Pemda ini mendapat tunjangan yang lebih tinggi dibanding dengan yang tidak bekerja keras. Tapi kan tidak disetujui. Tidak ada aturannya," katanya. Dedi menegaskan, kritik yang pernah ia sampaikan bukan ditujukan kepada seluruh ASN.

Ia hanya menyoroti pegawai yang memilih jabatan tertentu demi mendapatkan tunjangan kinerja lebih besar, tetapi beban kerjanya lebih ringan. "Jadi yang saya maksud adalah gini. Kan sikap-sikap yang selalu milih jalan yang paling damai, paling tenan, misalnya, milih jalan fungsional. Itu kan tujuannya ingin terima Tukin tapi nggak mau kerja. Kasian dong orang-orang yang hari ini bekerja," kata Dedi.

Sumber : Kompas.com 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama